Antara Tahun Naga Air dan Perilaku Konsumen Indonesia

Antara Tahun Naga Air dan Perilaku Konsumen Indonesia

Pada tanggal 28 Januari 2012 lalu, dalam seminar AMA Malang menghadirkan Kafi Kurnia sebagai pembicara untuk mengulas tentang bagaimana strategi menghadapi tahun naga ini. Dengan judul seminar “The Year of the Dragon”, seminar diawali oleh pembukaan tentang bagaimanakah fenshui itu bekerja, oleh Bapak Hariadi, pemilik usaha Harmoni Fengshui. Dari penjelasan beliau, bisa diambil kesimpulan bahwa fengshui itu bukan sekedar mitos, namun terjadi karena perhitungan pola alam yang bekerja terus-menerus.

Memasuki sesi seminar utama, seperti biasa diawali oleh Kafi Kurnia dengan joke-joke sederhana yang tetap membuat senyum peserta terbuka. Beliau menjelaskan tentang mitos tahun naga, mengapa setiap tahun baru imlek selalu diikuti dengan angin keras, dan juga menampilkan legenda-legenda dunia yang lahir di tahun naga. Beliau juga menyertakan sebuah video, tentang bagaimana sejarahnya mengapa tahun ini disebut sebagai tahun naga.

Penulis buku Anti Marketing ini juga bercerita tentang baby booming yang hampir selalu muncul di tahun naga. Dengan adanya baby booming ini, tentu saja produk-produk consumer goods seperti Unilever, Orang Tua, dan sebagainya akan diuntungkan. Produk-produk bayi akan laku keras. Beliau menjelaskan hal-hal tersebut dengan menghubungkannya ke elemen-elemen bisnis tersebut, apakah api, air, tanah, logam, atau kayu.

Kafi bercerita pula tentang perubahan yang harus dilakukan oleh pengusaha Indonesia untuk menghadapi perubahan pola konsumen. Dari inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Apple, Kafi mengambil pelajaran dan bercerita banyak hal yang tentu bisa diimplementasikan oleh para pengusaha lain. “Berikan inovasi dan strategi untuk membuat produkmu diterima pasar, bukan memberikan apa yang pasar butuhkan”, begitu ungkapnya. Dengan mengambil contoh survey pasar yang pernah dilakukan Coca Cola di masa lalu (yang akhirnya gagal), kata-kata Kafi tetap bisa membuat suasana seminar senantiasa hidup.

Di bagian akhir, Kafi Kurnia menyertakan slide yang kabarnya berharga 50 juta bila diseminarkan. Khusus untuk seminar AMA Malang ini, Kafi membagikan ilmu-ilmu tersebut secara gratis. Slide tersebut setidaknya bercerita tentang peningkatan jumlah penduduk kelas menengah, bagaimana peran Asia yang semakin menanjak dibandingkan Eropa dan Amerika yang semakin terpuruk, serta bagaimanakah menghadapi konsumen di berbagai negara.

Kafi Kurnia menyempatkan ngobrol dengan peserta seminar

“Jangan samakan konsumen Kanada dengan Indonesia”, begitu ulasnya. Orang Indonesia cenderung memakai baju mewah saat berjalan di mall, berbeda dengan orang Amerika. Namun satu hal yang sama dari semuanya, bahwa sifat dasar manusia itu adalah “narsis”. Jadi, setengah bercanda Kafi mengatakan bahwa buatlah produk yang menarsiskan manusia, maka itu pasti laku.

Seminar ini bisa dikatakan cukup ramai, yang dapat dibuktikan secara sekilas¬†bahwa meja tempat kopi diletakkan di luar. Peserta pun antusias bertanya, mulai dari bagaimana peruntungan bisnisnya, hingga cara promosi produk yang cukup efektif. “Ajak para blogger untuk datang ke tempatmu, dan minta tolong review. Karena bagi blogger, harimaumu adalah QWERTYmu”, jawab Kafi Kurnia kepada salah satu penanya yang berasal dari Hotel Ubud Malang.

Selesai seminar, Kafi Kurnia menyempatkan diri untuk mengobrol bersama para peserta dan juga berfoto bersama. Sudah beberapa kali Kafi Kurnia diundang oleh AMA Malang, namun tetap dapat memberikan hal-hal yang baru dan berbeda. Tentu saja, karena Kafi Kurnia adalah seorang sosok yang luar biasa.

Penulis: Muhammad Fauzil Haqqi

2 Komentar pada "Antara Tahun Naga Air dan Perilaku Konsumen Indonesia"

  1. Haqqi says:

    Memang keren Kafi Kurnia ini. Cukup banyak ilmu baru yang bisa didapat baik dari bukunya atau seminarnya. Jelas lebih seru seminarnya donk.. :)

  2. Anton says:

    Maju terus AMA malang!!

Silahkan tinggalkan komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan secara bebas. Yang bertanda bintang wajib diisi.