Applied Psycho Selling

Applied Psycho Selling

Oleh Mindiarto Djugorahardjo

Dari dan untuk konsumen. Kalimat ini sudah tidak asing bagi kita. Maksdunya adalah ketika perusahaan membuat barang atau mengoperasikan jasa, maka tujuan akhirnya adalah konsumen, agar konsumen bisa menerimanya perlu diketahui apa sebenarnya yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen. Persaingan yang cukup ketat saat ini, membuat perusahaan berupaya menyediakan barang dan jasa yang tidak hanya dibutuhkan konsumen, tetapi juga diinginkan konsumen. Untuk memp[engaruhi konsumen agar berpaling pada produk yang kita tawarkan, salah satunya bisa dilakukan dengan cara Psycho Selling.

Pertanyaan yang harus dijawab salesman adalah “bagaimana saya bisa memberikan bantuan yang berarti bagi pelanggan saya?”. Pada prinsipnya pelanggan itu lebih terpengaruh oleh kedalaman keyakinan dan emosi daripada logika dan pengetahuan yang kita miliki. Manusia dipimpin oleh emosi yang bersifat menular, tetapi ada penyeimbangnya yaitu logika.

Oleh karena itu kita harus mengetahui kebuutuhan pembeli, yaitu: uang. Keamanan, apa yang disukai, status dan prestise, kesehatan dan kebugaran, pujian dan pengenalan, kekuatan pengaruh dan popularitas, unggul di bidangnya, cinta dan persahabatan serta pertumbuhan pribadi. Selain itu juga harus diketahui alas an psikologis mereka melakukan pembelian, yaitu karena penjual, perusahaan, produk/ jasa, harga dan waktu.

Selain itu ada hal yang perlu diperhatikan adalah apa yang membuat salesman mengalami gangguan dalam pelaksanaan kinerja penjualannya. Yang harus dilakukan adalah melaksanakan budaya orientasi kerja, yang bisa diketahui dari perilaku orang dan perilaku pekerjaannya. Idealnya adalah perilaku manusia tinggi begitu juga pekerjaannya. Sehingga akan didaatkan zona ideal, dimana pekerjaannya akan berfokus pada tercapainya KINERJA,  patuh terhadap, SASARAN strategis,  berbasis KOMPETENSI serta toleransi RENDAH. Sedangkan perilaku orangnya akan berfokus pada KESEJAHTERAAN karyawan serta memperhatikan MOTIVASI & KESELAMATAN.

Adapun dampak yang didapatkan dari Psycho Selling adalah: Pola Pikir Positif, Memberi Data/ Fakta, Menerima Orang lain apa adanya, Membangun & Munguatkan orang Lain, Pendengar Yang Baik, Tidak Egois, Terbuka Tehadap Perubahan, Senang Terhadap Perkembangan Orang Lain, Objectif, Menerima Kritik, Jujur, Orientasi Pada Solusi, Proaktif/ Antisipatif, Percaya Diri, Belajar dari Kesalahan, Berpikir Jangka Panjang, Bertanggung jawab, Mampu melihat Alternatif Lain, Melihat peluang dalam kesulitan, serta Dapat menguasai Diri.

Adapun sasaran utama Psycho Selling adalah diri sendiri, kelompok kerja, pelanggan, saluran distribusi. Untuk pelaksanaan Psycho Selling kita menggunakan 1) warna, dengan Penggunaan Sales Tool Kits, Pemberian Gift, Kesesuaian Berpakaian, Accessories, Mengenal Pribadi, serta Terapi (Color Theraphy) 2) angka, 6 Lusin ½ Gross (terkesan kecil) ditekan menjadi 1 gross, Masing-masing 4 pcs ada 3 macam serta 1 lusin campur 3).tulis dengan Langsung Menulis di Buku order atau Presentasi Kata + Tulis/ Gambar serta 4) kata dengan Menggunakan kata-kata positif, Pengulangan Kata, Puitis serta  Yakin & Tegas.

Baroya Mila Shanty, SE, MM
Pengurus Ama Indonesia Cabang Malang
Staf Pengajar Manajemen FEB & MM PPs UMM

Satu Komentar pada "Applied Psycho Selling"

  1. yan shen says:

    mohon mau kontak guru saya, pak Min (Mindiarto Djugorahardjo), dulu saya sering berguru kepada beliau, pada saat beliau masih naik Ford Laser ke bdg, kemana2 bawa tongkat listrik…he2
    saya punya produk yang ingin jadi raja kelak di semua COD beauty centre dan Guardian/Centrury Outlets, bgma bs saya tlp? mohon yaa. GBU, Yan Shen 022 70520272 / 0818 0880 8367, Puri Kembangan, Jak Bar

Silahkan tinggalkan komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan secara bebas. Yang bertanda bintang wajib diisi.