B.O.M : Business Owner Mentality

B.O.M : Business Owner Mentality

MAKE YOU WIN WITH BOM

Dengan Mengadopsi BOM-Business Owner Mentality,

Perseroan akan Memiliki kultur dan Spirit Entrepreneurship yang gesit, bernas dan cerdas dalam Memenangkan Pasar

 

Watch Out: Arus Deras Bawah- Undercurrent- Daya Saing Bisnis Yang Tak Terlihat.

Secara umum , Peseroan pada awalnya dibangun dari struktur kecil, dengan spirit yang lincah dan cekatan, serta gesit dalam menangkap peluang pasar yang amat dinamik dan bergerak cepat.  Seiring pertumbuhan  perseroan dan struktur organisasi, birokrassi dan mentalitas bergeser.  Banyak data menunjukkan perseroan yang makin membesar struktur dan organisasinya, jika tidak mengalami revitalisasi spirit entreprenurship atau intraprenurship akan mengalami issue survivalbilitas dan kemungkinan pergantian pemilik   Data dibawah ini, menunjukkan sesuatu pergeseran fundamental kepemilikan, salah satu tanda ketidaksanggupan industrial competitivess di pasar. Ini bidang Jasa-services, segment Perbankan.

Bagaimana dengan segment Riel?  Mari Kita lihat sebagian kecil data lainnya.

 

Data sejenis ini kalau mau diteruskan akan amat panjang, Perkebunan, Pertambangan, Pelabuhan dan lain sebagainya.

Pergeseran kepemilikan perseroan –bisnis nasional ini, seperti arus bawah yang deras, tidak kelihatan di atas permukaan, seolah-olah tidak ada pergerakan, tetapi di bagian dasar ada arus yang deras.  Pergeseran kepemilikan dalam jumlah % besar, umumnya  merupakan salah satu indikator perseroan tidak sanggap bertahan melawan globalisasi dan akhirnya dijual kepada pihak lain. Dihadapkan dengan persaingan bebas dalam konteks globalisasi, itu seperti bertarung melawan cerita Spartan  Goliath, Simson dan Hercules.  Hasilnya?   Competiveness kalah, akibatnya Pemilik berganti.   Peta berubah. Meskipun Konsumen dipermukaan tidak merasakan perbedaan substantial.

 

Way Out : Perlu B.O.M untuk Revitalisasi Kultur dan Mindset Menjalankan Perseroan agar Menang di Pasar

Salah satu faktornya adalah inkompetensi lunak: mentalitas, mind-set dan leadership SDM.

Hampir semua bisnis dan industri nasional di bangun dari perusahaan dan kultur keluarga –entreprenurship. Entreprenurship dikenal dengan kegigihan,  kegesitan initiatif dan kejeliannya melihat peluang.  Dan basic mentality entreprenurship memudar ketika perseroan membesar, struktur menggemuk dan rentang kendali memanjang.  Perseroan menjadi gemuk dan susah bergerak.  Ini seperti memutar ulang kegagalan dinosaurus.

 

BOM- Business Owner Mentality. Ditulis untuk memperlengkapi kemampuan management leadership kaum professional dengan entreprenureal spirit, sehingga bisnis nasional bisa tetap punya kompetensi untuk bertahan dan menang dalam gempuran globalisasi pasar.

BOM akan meningkatkan Penjualan, Pangsa Pasar dan tingkat Customer service perseroan Anda secara menakjubkan.

 

Aplikasi BOM dalam Membesarkan Perseroan dan Kemajuan Personal.

Apa pun bisnis dan profesi Anda,apakah Anda penyanyi, pengkhotbah, pelatih, agen asuransi,  pegawai kantoran, dan lain-lain,pada hakekatnya setiap orang adalah penjual,baik jasa maupun produk.  Kita semua  bekerja dengan dasar: Harus ada sesuatu yang kita tawarkan ke pihak lain, baru ada orang lain yang membayar.  Masing-masing kita berada dalam suatu bisnis ‘menyakinkan orang lain’.  Itu berarti harus ada ‘sesuatu’ yang Anda  jual. You have something to sell,bukan semata-mata you have to sell something.  Jadi ada suatu esensi kepemilikan  yang amat yang tinggi.  Sesuatu yang Anda amat yakin kegunaannya bagi konsumen pelanggan Anda. Itulah Ownership.

 

Perseroan Anda akan memiliki Spirit Salesmenship yang Tak tertahankan.

Kalau Anda memberikan obat kepada  seorang anak yang demam, dan ia menolak untuk meminumnya.  Anda tentu tidak begitu saja menerima penolakan itu.  Kalau ia bilang “nanti saja minumnya, sekarang belum pengin minum”, Anda tentu tidak akan bilang  “okay, saya akan kembali nanti”.    No, No,  Anda  dan saya tidak akan begitu gampang membeli penolakan-penolakan awal itu. Kalau ia mengeluarkan jurus penolakan dengan bilang ‘akan saya pikirkan terlebih dahulu”, saya yakin Andapun akan mengeluarkan jurus rayuan lain untuk membuatnya meminum obat itu.

 

Nikmati Implikasi Bisnis yang Profitable

Anda tidak menyerah begitu saja dengan penolakan, karena Anda ingin Anak tersebut meminum obat itu sekarang.  Penolakan, alasan dan rengekan anak tidak akan membuat Anda berhenti. Anda ingin anak itu meminumnya, karena Anda begitu yakin akan manfaat dan khasiat yang ada di balik obat itu. Anda percaya akan kecespelengan yang ditawarkan oleh obat itu terhadap masalah yang di hadapi si anak. Anda terobsesi  dengan kelegaan atau kesenangan yang akan di segera di nikmatinya begitu masalahnya terpecahkan.  Akan ada semacam kekuatan “ngotot’ untuk melihat anak tersebut mimum obat demi kebaikannya sendiri. Ada dorongan You have to sell  your  product.

Anda menggunakan berbagai macam cara: merayu, menjelaskan panjang lebar agar ia setuju.   Itulah implikasi ownership terhadap kinerja penjualan. Anda benar –benar ingin seorang konsumen memiliki produk atau  jasa yang Anda tawarkan demi keuntungan dan kebaikan mereka semata. Itu terjadi karena Anda begitu percaya dengan Value creation yang dibawa oleh produk atau jasa Anda.  Itulah cara paling praktis untuk menunjukkan apa yang akan terjadi terhadap performance  kalau warga perseroan memiliki  BOMBusiness Owner Mentality.

Silahkan tinggalkan komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan secara bebas. Yang bertanda bintang wajib diisi.