Creative LeaderSHIFT

Creative LeaderSHIFT

Pada tanggal 14 Agustus 2020, AMA Malang berkolaborasi dengan AMA Bandung dan AMA Surabaya mengadakan Webinar Creative LeaderSHIFT dan mengundang pembicara Bapak Galatia Chandra yang merupakan seorang Senior Trainer JGSC, International Speaker (ASIA-PACIFIC), Specialists in Sales Force Effectiveness, Sales Leadership and Sales Mental Attitude. Presentasi diawali dengan pemaparan isi buku LeaderSHIFT oleh John C. Maxwell tentang Perubahan Penting Yang Harus Dianut Setiap Pemimpin. Seorang pemimpin yang baik harus memiliki pergeseran fokus yang baik seperti halnya seorang Orchestration (pemimpin orchestra) yang ingin menyenangkan audiences dengan music dari hasil perpaduan berbagai jenis alat musik yang beragam. Disini orchestration perlu fokus yang besar untuk dapat menyelaraskan dan membuat perpaduan nada yang indah. Begitu juga seorang leader bisnis perlu membagi fokus melalui menyeimbangkan performa dan proses bisnis. Dengan Balance Scorecard seorang pemimpin bisnis dipandu untuk  memiliki focus tujuan menyenangkan pelanggan dengan memberikan kepuasan, menyenangkan perusahaan dengan pertumbuhan finansial yang baik, menyenangkan karyawan melalui pembelajaran dan pengalaman yang mereka dapat dari perusahaan, serta menjaga kesehatan perusahaan dengan menjaga proses internal bisnis.

Observasi dan visualisasi adalah kunci pemimpin untuk dapat menemukan dan menjalankan strategi kepemimpinan secara bersamaan Dalam visualisasi, pemimpin perlu menyadari bahwa ketika ekonomi pulih hal-hal yang berubah tidak akan kembali ke awal, dan mode kepemimpinan yang berbeda sangat diperlukan. Dalam hal ini pemimpin perlu merefleksi dirinya adalah pemimpin yang seperti apa.  Terdapat 5 gaya pemimpin yaitu, autocratic, paternalistic, participative, delegative , dan free reign. Gaya kepemimpinan harus menyesuaikan dengan setiap tempat kerja. Tantangan dan norma organisasi akan membentuk gaya kepemimpinan secara signifikan.

Pemimpin juga perlu melihat peluang atau Decisive Moment dalam setiap situasi terutama situasi krisis. Decisive moment memerlukan observasi untuk melihat apa yang terjadi dan visualisasi untuk mengetahui peluang apa yang dapat diambil.

Keadaan krisis ekonomi seperti sekarang ini membuat semua kegiatan membatasi kontak langsung. Kreativitas sangat diperlukan dalam situasi seperti ini. Ada 3 yang dapat dilakukan leader yaitu meningkatkan produktivitas karyawan, meningkatkan jangkauan pelanggan dan meningkatkan efektifitas pemanfaatan media digital.

Terakhir pak Galatia menutup dengan 2 quotes “In troubled waters the fishes are usually pretty much bigger” dan “Focus on Opportunities, not Problems” – Peter Drucker

Eda Noveluh

Sekretariat Ama Malang

Categories: Berita Organisasi
Tags:

Silahkan tinggalkan komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan secara bebas. Yang bertanda bintang wajib diisi.