ECONOMY OUTLOOK 2015

ECONOMY OUTLOOK 2015

Oleh Kresnayana Yahya

Pada bulan Maret 2015, AMA Indonesia Cabang Malang kedatangan pembicara dari Surabaya, yang merupakan ahli Statistik. Seperti tahun-tahun sebelumnya Bapak Kresnayana Yahya akan memaparkan perkekonomian Jawa timur di tahun 2015, berdasarkan data-data statistik yang akurat. Pembicaraan kali ini diawali dengan perkiraan besarnya GDP Asia dan Australia yang berkisar 5,7%. Disebutkan juga bahwa ada 7 pasar baru yang berkembang yaitu, Kolumbia, India, Indonesia, Kenya, Malaysia, Mexico, Polandia dan Uni Sovyet.

Pertumbuhan perkenomian Indonesia pada triwulan IV tahun 2014 didukung oleh kinerja sektor Pertanian yang cenderung tumbuh meningkat sebesar 8,2%. Pertumbuhan terbesar tetap terjadi di Pulau Jawa, diikuti Pulau Sumatera, Jakarta, Pulau Kalimantan dan pulau-pulau lainnya. Pulau Jawa memberikan kontribusi 58% dan 23% untuk Pulau Sumatera, dan sisanya adalah pulau-pulau lainnya. Dalam hal ini DKI Jakarta berperan sebesar 16,7%, Jawa Timur 14,6%, Jawa Barat 13,2%, Jawa tengah 8,8%, Banten 4,1 % dan DI Yogjakarta 0,9%. Dan ada 21 propinsi yang mengalami pertumbuhan di atas rata-rata.

Secara umum, pertumbuhan perekonomian jawa Timur di atas rata-rata pertumbuhan Nasional sejak Triwulan 1 tahun 2012 sampai dengan Triwulan 4 tahun 2014. Dari sisi permintaan, konsumsi pada tahun 2014 mengalami penurunan dibandingkan 2013, Ekspor dan Impor juga mengalami penurunan. Sedangkan sisi penawaran mengalami peningkatan.

Konsumsi rumah tangga didominasi oleh konsumsi lain-lain, sebesar 41%, makanan dan minuman non alkohol 29%, transportasi, serta restoran/hotel 25%. Sejak tahun 2012 sampai dengan 2014, penjualan eceran juga mengalami peningkatan, konsumsi listrik rumah tangga mengalami gejolak, kredit konsumsi, kredit kepemilikan rumah, kredit kendaraan bermotor roda 4 mengalami penurunan. Sedangkan kendaraan bermotor roda 2, kredit kepemilikan ruko atau rukan mengalami peningkatan.

Inflasi Jawa Timur pada tahun 2013 sebesar 0.97, kemudian pada tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 0.28 dan pada Pebruari tahun 2015 sebesar -0.54 serta diperkirakan sebesar -0.32 pada akhir tahun 2015.inflasi tertinggi adalah pada sektor bahan makanan, transportasi, makanan jadi, umum, perumahan, kesehatan, pendidikan dan sandang,

Masyarakat kelas menengah makin beragam minat, daya beli dan involvement nya dalam Events. Jumlahnya sudah mencapai 100 juta orang. Spending per bulan diatas 10 juta per rumah tangga, travel and tourism menjadi andalan liburan. Kebutuhan untuk “terlibat” dan “menjadi bagian dari suatu event” makin meningkat. Lifestyle dan Event style makin jadi pilihan. Sponsor dan organizer makin jeli melihat peluang: MUSIC, SPORTS, FOOD, TRAVEL. Dari pameran, Expo sampai Big Event terjadi di Indonesia

Peluang Investasi dengan Pembangunan Tol. Pemerintah menawarkan berbagai ruas Tol baru kepada calon investor. Rencana Pembangunan Tol Didominasi  di Sumatra dan Jawa, dan Lokasi tol baru di Bali, Sulawesi dan Kalimantan. Pembangunan Mengacu dokumen  Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tentang “Pengusahaan Jalan Tol di Indonesia’. Tol Jabodetabek, Akses Tanjung Priok 16,67 km, Kamal-Teluk Naga-Batu Caper 32 km, Serpong – Balaraja 30 Km serta Non Trans Jawa Dan Non Jabodetabek.

Strategi perdagangan antar pulau Jatim adalah: Pengembangan Kantor PerwakilanDagang; Pengembangan wilayah Pelaksanaan; Pasar Lelang Komoditi Jatim; serta Perluasan promosi ke DN dan LN. Adapun hambatan/ tantangannya adalah: Biaya transportasi perdagangan antar pulau; Jumlah pelayaran antar daerah; Regulasi antar wilayah; Ketersediaan data/informasi IKM Jatim; Ketersediaan data perdagangan arus barang    antar provinsi serta Evaluasi untuk peningkatan efektivitas   pendirian Kantor Perwakilan Dagang.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan Economic Outlook ini: 1) Harga energy penentu perubahan. Turunnya harga Energy secara keseluruhan akan mengubah prospek dan potensi perekonomian dunia. Harga akan berada disekitar $ 45 – $ 50 per barrel. Temuan shale gas dan berkembangnya energy alternatif. Cadangan minyak yang berlebih memberikan impact berubahnya peta investasi terbesar. 2) Penerimaan pajak. Target Pajak 2015 : 1300 Triliun. Naik 400 T dibandingkan 2014. konsentrasidi tujuh sektor: Real Estate; Jasa Konstruksi; Pertambangan Umum: Migas: Perkebunan: jasa keuangan: Komunikasi: Profesional. 3)Total uang beredar.  Uang beredar :M2 Nopember 2014 : 4076 T. Tumbuh 12.7 persen  yoy. Uang Kuasi :3099 T   , naik 13.99 % yoy. Dana pihak ketiga   : 3930.1 T. Laju pertumbuhan  ekspansif. Simpanan pemerintah turun 5.9 % ( 214,6 T). Kredit perbankan Nov 2014 : 3626.4 T ( grow 11.7 %). Suku bunga kredit 12.97 %. 4) Alokasi dana desa. Dana desa : 20 Triliun. Irigasi : 9 triliun. Jasa proyek jalan : 4 triliun. Perdagangan dan kesehatan. Ada 65 ribu desa yang bertambah aktivitasnyadan diupayakan punya Badan Usaha Milik Desa. Jatim 7000 desa  sedang dalam p-roses pelatihan pengelolaan dan pengembangan desa.

Berdasarkan pemaparan di atas, prospek Malang dan sekitarnya adalahsebagi berikut; 1) LIFE style dan Urban sebagai touris destinations makin menjadi kenyataan. 2) Akses Udara menjadi penentu :Investasi masuk meningkat . 3) Economy Creative : akan jadi andalan masa depan. Dan 4) Fashion design, Start up companies dan Design Centers akan tumbuh.

Baroya Mila Shanty, SE, MM
Pengurus Ama Indonesia Cabang Malang
Staf Pengajar Manajemen FEB & MM PPs UMM

Silahkan tinggalkan komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan secara bebas. Yang bertanda bintang wajib diisi.