Financial Tsunami Effect and Crisis of Capitalism

Financial Tsunami Effect and Crisis of Capitalism

Diawali kebangkrutan Lehman Brothers merupakan gelombang tsunami awal bagi eropah, diikuti kebangkrutan lembaga keuangan Islandia, Irlandia, Portugal , dan Spanyol serta Itali diambang situasi yang sama. Kondisi tersebut membuat  lembaga keuangan eropah melakukan koreksi terhadap sistem kapitalis yang berlaku. Operasi bersama bank dan pemerintah eropa melakukan bailout korporasi keuangan, asuransi, pembiayaan, stimulus pajak dan regulasi pasar saham. Pihak Europan Financial Stability Facility (EFSF) diberi wewenang  mandat yang lebih besar dengan cadangan dana 1 trilliun euro. Dengan motor ekonomi Inggris, Jerman dan Perancis yang masih cukup kuat mampu meredam tsunami finansial  sehingga bank di Eropah masih bisa terselamatk

an walaupun dengan bailout dari Bank Central Eropah. Uluran tangan Cina mengambil beberapa perusahaan di beberapa negara Eropah yang mengalami kebangkrutan juga ikut meredam situasi ekonomi menjadi lebih stabil. Kondisi Eropah tertolong kondisi ekonomi Amerika yang sedikit membaik dan relatif stabil berkembang kearah lebih baik .

Dampak situasi keuangan Eropah di 2011 dibanding 2008 atau dibanding 1998 berdampak kecil. Namun pemerintah tetap menurunkan target pertumbuhan GDP dari 6.7% ke 6.5% sebagai antisipasi kondisi perubahan .Kondisi Perbankan lebih sehat setelah opname perbankan Indonesia di pasca 1998. Hal ini dapat dilihat CAR bank yang cukup tinggi dengan likuiditas LDR yang rendah. Indikator BI rate yang stabil , likuiditas repo surat utang negara (SUN) dan naiknya guarantee LPS senilai 2 milyard menunjukan posisi keuangan Indonesia cukup aman. Dengan kondisi Ini Nilai tukar Rupiah akan stabil dikisaran Rp 9.000 sampai 9.500, fluktuasi digerakan karena penguatan US terhadap mata uang dunia dan suhu politik dalam negri.

Faktor yang menunjang kondisi ekonomi pertumbuhan ekonomi menengah yang pesat baik di segmen penghasilan 3 sampai 5 juta perbulan maupun segmen penghasilan 5,0 sampai 10 juta. Hal itu ditandai pula pergeseran pola konsumsi masyarakat, terlihat pemakaian nasi menurun , tetapi makanan jadi, barang , jasa , pajak, angka GDP, fixed invesment dan intertaiment yang tumbuh.

Hal hal yang perlu diperhatikan adalah ; ketimpangan ekonomi perlu dicari mekanisme pengurangan ketimpangan, neraca bahan pangan yang lebih besar pemakaian dibanding produksi pangan, pemanfaat energi gas alam LPG dan CNG untuk kendaraan,pemanfaat yang tidak optimal energi alternatif seperti energi surya, minyak jarak dan minyak nabati lainnya. Perdagangan manufaktur yang melandai, pengelolaan tambang tidak diekspor dalam bentuk pasca proses. Seperti batu bara dan minyak kalau proses pengelolaan dilakukan dalam negri, baik bumn maupun swasta akan mendapatkan value yang lebih dari turunan turunan hasil keluaran proses itu sendiri. Perbaikan infrastruktur pertanian, perbaikan sarana angkutan umum yang murah dan aluran yang termenajemen yang baik. Smoga hal hal penting tersebut kalau diperhatikan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bangsa.

 

Penulis : Ir. Sarbini Wono, MT

Silahkan tinggalkan komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan secara bebas. Yang bertanda bintang wajib diisi.