Strategi Memenangkan Pertarungan AFTA 2015

Strategi Memenangkan Pertarungan AFTA 2015

Oleh Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM

Seminar AMA Indonesia Cabang Malang kali ini, memaparkan bahan diskusi yang agak sedikit berat. Mau tidak mau, suka tidak suka, semua yang terlibat dalam perekonomian harus memperhatikan ini. Mempersiapkan diri menghadapi AFTA tahun depan. Pembicara kali ini adalah bapak Andreas, berikut adalah ulasannya di Seminar AMA Indonesia Cabang Malang di Hotel Tugu.

ASEAN Economy Community mempunyai keinginan untuk membentuk satu pasar, yang nantinya akan mengakibatkan mudahnya aliran barang, jasa, modal dan tenaga kerja diantara anggotanya. 50% lebih penduduk dunia terkonsentrasi di area ASEAN yang berdekatan dengan Australia, Jepang dan India. Bisa dipastikan bahwa konsentrasi pasar dunia tertuju kesana. Sektor yang diutamakan di bidang jasa adalah: kesehatan, pariwisata, logistik,  informasi dan jasa penerbangan. Sedangkan di sector manufaktur adalah industry pertanian, perikanan, tekstil, otomotif dan perkayuan.

Harus dipahami bahwa Indonesia memiliki kekayaan al;am yang luar biasa, serta lokasi geografis yang sangat strategis. Adapun struktur perekonomian Indonesia saat ini, ditandai dengan konsumsi BBM yang semakin meroket, produksi minyak melorot, impor semakin menganga. Siap menerkam. Selain itu juga ada kesenjangan infra struktur. Belum lagi kualitas sumber daya manusainya. Perubahan iklim dlobal. Oleh karena itu maka dibutuhkan transformasi ekonomi.

Adapun strategi utama yang harus dilakukan untuk menghadapi AFTA 2015 adalah: 1) economic potensial development through economic corridor, Indonesia akan dibagi menjadi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali – Nusa Tengara serra Papua dan Maluku. 2)  streghtening the national connectivity, 3) streghtening national human resource capability and science & technology. Meningkatkan produktifitas untuk mendapatkan keunggulan yang ekselen untuk sumber daya alam, produksi dan inovasi. Ada 4 model bisnis yang bisa dilakukan, 1) cross border trade 2) consumption above 3) commercial present dan 4) movement of natural person.

Peningkatan kemampuan bersaing bisa dilakukan dengan cara: 1) COMPETENCIES BASED TRAINING ( UU NO 13 TAHUN 2003 ):   STANDARD, TRAINING , CERTIFICATION, 2) LINK AND MATCH CONCEPT: DEMAND DRIVEN VS SUPPLY DRIVEN PARADIGM, serta NEW PROFESSIONAL CATEGORIES : Leader, Managerial or Specialist, 3) DRIVENBY THE VALUE’S: Character – Attitude to think positive and care,  CourageThe Courage to decide and take calculated risk,  TheTrust FactorThe Trust will create networking,  CompetenceA Careerthat develop knowledge, authority and execute, serta  InspiringMotivation that convert ideas and execution into result.

Untuk menghadapi AFTA 2015 tersebut, maka hal yang bisa dilakukan adalah: 1) Acceleration of Economic Transformation –(not business as usual, 2) Needs collaborative efforts among Governments, Local Governments, SEOs, private enterprises and the people, serta 3) Government policy must be streamline to allow a bigger participation from private sector

 

Diulas kembali oleh Baroya Mila Shanty, SE, MM

Universitas Muhammadiyah Malang

Categories: Berita Organisasi
Tags:

Satu Komentar pada "Strategi Memenangkan Pertarungan AFTA 2015"

Silahkan tinggalkan komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan secara bebas. Yang bertanda bintang wajib diisi.